Showing posts with label KulitKelamin. Show all posts
Showing posts with label KulitKelamin. Show all posts

Tuesday, October 12, 2010

Miliaria


miliaria disebut juga biang keringat, keringat buntet, liken tropikus, prickle heat. miliaria disebabkan karena adanya retensi keringat.
miliaria dibagi atas 3;
1. Miliaria kristalina
vesikel berukuran 1-2mm, muncul biasanya setelah berkeringat banyak dan hawa panas . vesikel bergerombol tanpa tanda radang. umumnya tidak memberikan keluhan dan sembuh dengan sisik yang halus. pengobatan tidak diperlukan ckup dengan menghindari panas yang berlebihan, mengusahakan ventilasi yang baik, pakaian yang tipis.
2. Miliaria Rubra
Miliaria rubra lebih berat dibanding kristalina, terdapat pada badan dan bagian bagian yang mendapatkan tekanan dan gesekan pakaian. terlihat papul merah atau papl vesikuler ekstrafolikular yang sangat gatal dan pedih. penyebabnya karena adanya smbatan keratin pada muara kelenjar keringat dan perforasi sekunder pada bendungan keringat di epidermis. pendapat lain mengatakan bahwa kadar garam yang tinggi pada kulit menyebabkan spongiosis dan terjadi pada muara kelenjar keringat.. staphylococus juga diduga meiliki peranan.
terapi yang diberikan; pakaian tipis dan yang dapat mengisap keringat. dapat diberikan bedak salisilk talk 2% dibbuhi mentol 1/4-2%. losio faberi dengan komposisi:
acid salicylic 1
talk venet 10
oxyd zink 10
amyl. oryzae 10
apiritus ad. 200cc

ntk efek antipruritus dapat ditambahkan mentholum atau camphora
3. Miliaria Profunda
bentk ini agak jarang. kelainan ini biasanya muncl setelah miliaria rubra, ditandai dengan papul putih, keras, berkran1-3mm. terutama terdapat di badan dan ekstremitas. tidak gatal dan tidak eritem. pengobatan dengan cara menghindari panas yang berlebihan dapat diberikan losio calamin dengan atau tanpa menthol 0,25% dapat pula resorsin 3% dalam alkohol.

sumber: Buku ilmu penyakit kulit dan kelamin FKUI edisi 4

Skabies


nama lain dari penyakit ini adalah The itch, gudik, budukan, gatal agogo, kada asoi.
skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh investasi dan sensitisasi oleh Sarcoptes scabiei var. hominis.
ada dugaan bahwa setiap siklus 30 tahun terjadi epidemi skabies. beberapa faktor yang menunjang penyakit ini a.l:
1. sosial ekonomi rendah
skabies banyak ditemukan pada masyarakat menengah ke bawah
2. higiene yang buruk
3. hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas
penyakit ini juga dapat dimasukkan kedalam golongan PHS ( penyakit Hubungan seksual)

cara penularan
a. kontak langsung yaitu kontak antara kulit dengan kulit misalnya berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual.
b. kontak tak langsung yaitu melalui benda seperti sprei, handuk, bantal , dll.
penularannya biasanya disebabkan oleh yang betina yang sudah dibuahi.

gejala klinis
- pruritus nokturna yaitu gatal pada malam hari, ini disebabkan karena aktivitas tungau lebih tinggi pada cuaca dan suhu yang lembab
- penyakit ini biasanya menyerang manusia secara berkelompok, misalnya asrama, atau satu keluarga.
- Kuniklus yaitu ditemukannya terowongan pada tempat2 predileksi yang berwarna putih keabu abuan. berbentuk garis sepanjang sekitar 1 cm
- ditemukan tungau
diagnosis dapat ditegakkan jika ditemkan 2 dari 4 gejala klinis.
penyakit ini bisa kita diagnosis banding dengan prurigo, pedikulosis korporis, dermatitis.

pengobatan untuk skabies ;
syarat obat yang dipakai yaitu
* harus efektif terhadap semua stadium tungau
* tidak menimbulkan iritasi dan tidak bersifat toksik
* tidak berbau dan kotor
* mudah diperoleh dan murah
semua anggota keluarga harus diobati agar terputus rantai penularannya.
jenis obat topikal
1. belerang endap ( sulfur presipitatum)
pemakainnya tidak boleh kurang dari 3 hari karena obat ini tidak efektif terhadap semua stadium. kekrangnya juga obat ini berbau. namun bisa dipakai untk anak kuarng dari 2 tahun.
2. emulsi benzil benzoas (20-25%)
obat ini efektif terhadap semua stadium, diberikan tiap malam selama 3 hari, akan tetapi obat ini sulit diperoleh.
3. Gama Benzena Heksa klorida ( Gameksan)
merupakan obat pilihan untuk sakbies karena efektif untuk semua stadium dan tidak berbau. obat ini tidak dianjurkan pada anak di bawah 6 tahun dan wanita hamil karena toksis terhadap susunan saraf pusat. pemberiannya cukup sekali kecuali masih ada gejala diulangi seminggu kemudian.
4. Krotamiton 10%
memiliki efek sebagai antiskabies dan antipruritus. obat ini hindari terkena mata, mult dan uretra.
5. Permetrin 5%
pemakainnya hanya sekali dan dihapus setelah 10 jam pemakaian. bila belum sembuh diulangi lagi seminggu kemudian. tidak dianjurkan pada bayi dibawah 2 bulan.

sumber; buku ilmu penyakit kulit dan kelamin fk UI edisi ke 4

Sindrom Stevens-Jhonson



Sindrom yang mengenai kulit, selaput lender di orifisium dan mata dengan keadaan umum mulai dari yang ringan sampai berat
SSJ disebut juga ektodermosis erosive pluriorifisialis, sindrom mukokutanea-okular, eritema multifromis tipe hebra, eritema bulosa maligna.
Etiologi
Penyebab utama adalah alergi obat > 50%, sebagian kecil karena infeksi, vaksinansi, neolasma dan radiasi.
Gejala Klinis
- Jarang dijumpai pada usia dibawah 3 tahun
- Kesadaran bisa menurun
- Demam tinggi, malese, neyri kepala, batuk, pilek, nyeri tenggorokan
Trias kelaian
- Kelainan kulit
o Eritema, vesikel dan bula
- Kelainan selaput lender orifisium
o Paling sering pada mukosa mulut, kemudian di lubang genital sedangkan dilubang hidung dan anus jarang
o Erosi dan eskoriasi dan krusta kehitaman. Dapat juga terbentuk pseudomembran
- Kelainan mata
o Konjungtivitis kataralis
Komplikasi
Yang tersering adalah bronkopneumonia
Pemeriksaan laboratorium
- Leukositosis
- Eosinofilia
Diagnosis banding
NET ( nekrolisis epidermal toksin ) biasanya KUnya lebih beruk dan epidermolisisnya lebih menyeluruh

Terapi
Jika Ku baik maka
- Berikan prednisone 30-40mg sehari
Kalau KUnya buruk
- Berkan deksametashon 4-6x 5mg sehari – setelah masa kritis teratasi 2-3hari turukan secara cepat 5 mg sehari
- Setelah mencapai dosis 5mg sehari lalu gani dengan tablet kortikosteroid misalnya prednisone 20 mg
- Hari berikutnya prednisone 10mg
- Berikan juga antibiotic ciprofloksasin 2x400mg iv
- Jika dengan terapi di atas tidak tampak perbaikan dalam 2 hari maka pikirkan transfuse darah whole blood 300cc selama 2 hari berturut turut
- Berikan inj. Vitamin C 500 atau 1000mg sehari
- Untuk lesi dimulut dapat diberikan kenalog orabase dan betadine gargle
Prognosis
Bila tindakan cepat maka prognosis baik tapi jika terlambat pasien bisa meninggal