Showing posts with label MATERI BSMR. Show all posts
Showing posts with label MATERI BSMR. Show all posts

Saturday, November 19, 2011

Rokok dan Remaja


Rokok adalah produk yang berbahaya dan bersifat menimbulkan ketergantungan (adiktif). Karena di dalam rokok terdapat 4000 bahan kimia berbahaya yang 69 jenis memiliki sifat karsinogenik atau dapat menimbulkan kanker. Zat-zat yang berbahaya yang terdapat di dalam rokok diantaranya adalah Tar, Karbon Monoksida, Sianida, formalin ,arsen,Nitrosamin dll.

Efek rokok sangat membahayakan bagi tubuh akibat dari berbagai bahan kimia yang terkandung di dalam rokok, jadi ketika kita merokok sama saja kita memasukkan bahan berbahaya ke dalam tubuh.adapun beberapa penyakit yang disebabkan oleh rokok adalah seperti penyakit jantung koroner, gangguan reproduksi, pneumonia,kanker tenggorokan, kanker lambung,kanker paru dan sebagainya.

Akan tetapi akibat dari nikotin yang terkandung di dalam rokok menyebabkan perokok merasa ketagihan dan sulit berhenti meski mengetahui bahaya merokok. Akibat ketagihan jika seseorang perokok berhenti merokok maka akan dirasakan gelisah, keringat dingin, lemas, tidak mau beraktifitas,kemudian ketika merokok kembali apabila nikotin kembali merangsang otak maka perokok akan merasakan gairah kembali,senang dan bisa kembali berkonsentrasi. Inilah penyebab perokok untuk sulit berhenti merokok meskipun sudah ada niat untuk berhenti.

Bertambahnya perokok setiap tahunnya sangat dikhawatirkan sekali, terlebih pada generasi muda bangsa ini. Karena perokok pemula lebih banyak pada usia remaja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2001 dan 2004 terdapat persentase kenaikan jumlah perokok baik pada kalangan dewasa maupun remaja bahkan anak2 sekalipun. Dan kenaikan yang paling berarti terdapat pada jumlah perokok perempuan baik anak-anak dan dewasa serata perokok remaja. Pada tahun 2001 jumlah perokok perempuan berjumlah 1,3 % dan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2004 yaitu 3,5 kali lipat sebanyak 4,5 %. Kemudian untuk perempuan remaja usia 15-19 tahun pada tahun 2001 berjumlah 0,2% menjadi 1,9 % pada tahun 2004 yaitu meningkat 9,5 kali. Sedangkan untuk perokok anak-anak usia 5-9 tahun pada 2001 sebanayak 0,4% menjadi 1,8% pada tahun 2004 yakni meningkat lebih dari 4 kali lipat.

Rokok dan Remaja

Penyebab semakin meningkatnya jumlah perokok adalah salah satunya akibat gencarnya iklan rokok yang menggambarkan seolah-olah perokok adalah seorang yang tangguh, yang mampu menghadapi tantangan, iklan rokok juga membangun image bahwa perokok lebih kelihatan jantan dan lebih disukai oleh wanita.gencarnya iklan rokok yang bisa-bisa mengeluarkan dana buat iklan miliyaran rupiah adalah salah satu penyebab semakin meningkatnya jumlah perokok. Klo kita perhatikan memang iklan rokok lebih bagus dan menarik dibanding dengan iklan produk lain.

Iklan rokok bukan hanya bertebaran disudut-sudut jalan bahkan iklan rokok langsung masuk menuju kampus-kampus untuk promosi, sasarannya jelas adalah para mahasiswa yang nota benenya sebagai kaum terpelajar generasi penerus. Rokok juga masuk melalui beasiswanya kepada mahasiswa dan siswa-siswa di sekolah.

Remaja juga seringkali terpengaruh teman sebaya untuk memulai menghisap rokok, desakan dari teman-teman sebaya agar lebih bisa diterima dalam pergaulan dan kelompok mereka sangat mempenagruhi remaja. Sering juga anak-anak yang tidak merokok di olok-olok oleh kawan-kawannya yang merokok, dibilang bancilah, gak gaul, dan akhirnya dikucilkan dari pergaualan teman-teman sebayanya. Hal seperti ini jika seorang anak tidak memiliki imunitas yang baik terhadap pengaruh buruk kawan-kawannya maka ia akhirnya juga akan memilih untuk merokok.

Bahaya Rokok pada Remaja

Bahaya rokok pada remaja adalah timbulnya beberapa penyakit seperti gangguan pernafasan, kecanduan nikotin serta rokok juga bisa menyebabkan seorang anak menjadi lebih nekad untuk menggunakan obat-obat terlarang lainnya seperti narkoba.

Masalah yang ditimbulkan akibat Bahaya Merokok

1. Fungsi paru-paru seorang perokok lebih rendah dan mudah terserang penyakit pernafasan dan berbagai infeksi paru

2. Merokok bisa menyebabkan penyakit jantung dan stroke akibat dari penyumbatan pembuluh darah

3. Merokok dapat menghambat pertumbuhan paru bagi anak-anak

4. Merokok dapat menurunkan daya tahan tubuh bahkan bagi yang aktif berolah raga

5. Merokok pada usia dini menyebabkan resiko terjadinya kanker paru lebih besar

6. Merokok pada usia dini akan menyebabkan kecanduan yang akhirnya menambah jumlah perokok aktif.

Cara Melindungi Remaja dari rokok

1. Berikan pengetahuan dan pendidikan tentang bahaya rokok kepada anak-anak sejak dini

2. Berikan pendidikan agama yang kuat kepada anak, karena dalam agama rokok merupakan hal yang haram bagi sebagian besar ulama, karena merokok bersifat menghambur-hamburkan uang dan merusak kesehatan.

3. Sekolahkan anak pada sekolah-sekolah yang memang dengan tegas memberikan perhatian terhadap bahaya rokok.

4. Berikan contoh yang baik terhadap anak, misalkan dengan tidak ada anggota keluarga yang merokok.

5. Berikan dorongan terhadap anak agar aktif mengikuti kegiatan-kegiatan positif di sekolah, misalnya ikut Rohis, Pramuka, Pecinta alam dan ekskul lainnya

6. Berikan gambaran yang jelas terhadap masa depan mereka nantinya

7. Jelaskan kepada anak bahwa merokok adalah hal yang mahal, bantu anak untuk menghitung besarnya pengeluaran yang diakibatkan merokok dalam seminggu, sebulan dan bahkan setahun.

8. Apabila anak terlanjur merokok, tanyakan kepada mereka baik-baik kenapa mereka merokok, cari akar masalahnya dan bijaklah dalam menyelesaikannya.

Ayo katakan tidak untuk Rokok!!!

Saturday, December 4, 2010

NAVIGASI


NAVIGASI
MATERI BULAN SABIT MERAH REMAJA

DEFENISI
Navigasi adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan perjalanan maupun di peta. Navigasi terdiri dari navigasi laut, sungai, pantai dan darat, namun yang sering dipakai adalah navigasi darat.
Navigasi berguna untuk memudahkan melakukan perjalanan dan menentukan arah, menghindarkan dari kemungkinan tersesat di tengah hutan.
ALAT-ALAT NAVIGASI TERDIRI DARI
1. KOMPAS adalah alat untk menentukan arah mata angin berdasarkan sifat magnetic kutub bumi. Arah mata angin utama yang bisa ditentukan adalah N (north/ utara), S (South/ Selatan), E (east/Timur), dan W (west/barat), serta arah mata angin lainnya yaitu NE (North East/timur laut), SE(south East/tenggara), SW(south west/barat daya) dan NW ( north west/barat laut). Jenis kompas yang umum digunakan adalah kompas sylva, kompas orientasi dan kompas bidik/prisma.
Bagian –bagian kompas
• Base plate
• Straight edge and ruler
• Direction of travel arrow
• Compass housing with 360 degree markings
• North label
• Index line
• Orienting arrow
Magnetic needle (north end is red)



Cara menggunakan kompas

a. Buka kompas dan dirikan tutupnya tegak lurus
b. Tarik prisma kea rah pengamat
c. Masukkan ruas dari ibu jari ke cincin ibu jari, sedangkan jari telunjuk menekan kotak kompas.
d. Baca sudut yang ditunjuk melalui lubang prisma. Angka yang dibaca adalah yang berskala 0-360 derajat.

Penerapan peta kompas
Orientasi medan
Orientasi medan bertujuan untuk menentukan secara garis besar tempat kita berada, sehingga kita dapat meletakkan peta dengan arah yang benar. Dengan cara menunjuk arah utara sehingga posisi peta sesuai dengan posisi tempat kita berada.

Resection yaitu suatu cara untuk mencari ata menentukan posisi kita di dalam peta.
Caranya :
- Lakukan orientasi medan atau orientasi peta
- Pilih dua tanda alam yang dikenal
- Bidikkan kompas ke tanda alam yang sudah kita kenal
- Catat sudutnya
- Ambil back azimuthnya (<180 derajat ditambahkan 180 derajat, jika > 180 derajat dikurangi 180 derajat)
- Proyeksikan dan perpanjang garis-garis back azimuth tersebut, perpotongan garis-garis tersebut merupakan posisi dimana kita berada.
2. Altimeter yaitu aalat untuk menentukan ketinggian suatu tempat berdasarkan prbedaan tekanan udara.
3. Peta yaitu gambaran sebagian/ seluruh permukaan bumi dalam bentuk dua dimensi dengan perbandingan skala tertentu. Jenis- jenis peta terdiri dari peta tknis, peta topografi dan peta ikhtisat/geografi/wilayah. Bagian-bagian peta antara lain judul, nomor,koordinat,skala, kontur, tahun pembuatan, legenda dan deklinasi magnetis.
4. Protraktor (busur derajat)yaitu sebuah alat yang digunakan untuk membentuk dan menentkan sudut
5. Alat tulis
6. GPS ( Global Positioning System) yaitu system radio-navigasi global yang terdiri dari beberapa satelit dan stasiun bumi. Fungsinya adalah menentkan lokasi, navigasi 9 menentukan satu lokasi menuju lokasi lain), tracking ( memonitor pergerakan seseorang/ benda), membuat peta di selruh permukaan bumi dan menentkan waktu yang tepat di tempat manapun.

MENENTUKAN ARAH TANPA NAVIGASI
Selain mengguanakan alat-alat navigasi, kita juga dapat menggunakan arah mata angin dengan tanda-tanda alam dan buatan, yaitu:
- tanda-tanda alam yaitu matahari, bulan dan rasi bintang
Menentukan bayangan matahari
Cari batang kayu yang relative lurus sekitar 1 meter panjangnya, tali dan batu yang agak besar. Kemudian tancapkan batang kayu di daerah yang datar dan agak lapang. Ujung tali diikatkan pada ujung kayu dan ujung yang satu lagi diikatkan pada batu.kemudian rentangkan tali tersebut. Tandai bayangan dari batang, tunggu sekitar 20 menit, tandai lagi bayangannya jika sudah berubah dan tandai lagi dengan batu. Hubungkan titik pertama dan kedua dengan garis lurus sehingga dapat menentukan rah barat pada titik pertama dan arah timur pada titik kedua. Utara dan selatan mengikut saja.
Menentukan dengan patokan bulan
Lakukan saat bulan purnama , jika permukaan bulan memperlihatkan bayangan kehitaman dan berkumpul pada satu sisi maka disanalah arah utara.
Jika keadaan blan tidak utuh perhatikan saat bulan pertama kali muncul, jika saat matahari belum tenggelam maka bagian yang terang adalah barat, jika saat lewat tengah malam baru muncul maka bagian yang terang adalah timur.
Menggunakan rasi bintang
Zaman dahulu biasanya orang-orang yang melakukan perjalanan biasanya menggunakan rasi bintang sebagai arah penunjuk perjalanan. Menggunakan rasi bintang crux ( salib). Jika suatu titik dihubungkan dengan titik yang lain kemudian buat garis diagonal imaginer sepanjang 4-4,5 kali nya dan hubungkan dengan horizon bumi maka dapat kita tentukan arah selatan. Selain itu arah timur dapat kita tentkan dengan melihat planet venus sebagai acuan, planet venus ditandai dengan bintang yang bersinar paling terang disaat fajar.
- tanda-tanda buatan yaitu masjid, kuburan dan kompas sendiri dari jarum/silet yang bermagnet dan diletakkan di atas permukaan air
- flora-fauna:
tajuk pohon yang lebih lebat biasanya berada di sebelah barat
lumut-lumutan Parmelia sp. dan Politrichum sp. biasanya hidup lebih baik (lebat) pada bagian barat pohon
tumbuhan pandan hutan biasanya cenderung condong ke arah timur
sarang semut/serangga biasanya terletak di sebelah barat pepohonan.

Salam Kemanusiaan

Friday, December 3, 2010

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( LUKA)

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( LUKA)
MATERI P3K BULAN SABIT MERAH REMAJA


DEFENISI
Luka adalah gangguan kontuinitas dari kulit, jaringan tubuh, tulang serta organ tubuh lain..
Efek yang akan muncul apabila terjadi luka.
1. Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ
2. Perdarahan dan pembekuan darah
3. Kontaminasi bakteri
4. Kematian sel

JENIS-JENIS LUKA

Berdasarkan Tingkat Kontaminasi Luka
a. Clean Wounds (luka bersih)
Luka tak terinfeksi yang tidak terjadi proses peradangan. Kemungkinan terjadi infeksi sekitar 1%-5%.
b. Clean- Contamined Wounds ( Luka bersih terkontaminasi)
Apabila luka yang bersih terkontaminasi dari luar. Kemungkinan terjadi infeksi sekitar 3%-11%.
c. Contamined Wounds ( Luka Terkontaminasi )
Termasuk luka terbuka, fresh, luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptic atau kontaminasi dari saluran cerna. Kemungkinan terjad infeksi 10%-17%.
d. Dirty or Infected Wounds ( Luka Koto rata Infeksi)
Yaitu terdapatnya kuman pada luka.

Berdasarkan Kedalaman dan Luasnya Luka

a. Stadium I ( Non-Blanching eritema )
Yaitu luka yang terjadi pada bagian Epidermis kulit.
b. Stadium II ( Partial Thicjness)
Yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis.
c. Stadium III (Full Thickness)
Hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subktan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan dasarnya atau tidak mengenai otot.
d. Stadium IV
Luka telah mencapai otot, tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas.

Mekanisme terjadinya Luka
1. Luka Insisi ( Incised Wounds)
Terjadi karena teriris oleh benda tajam
2. Luka Memar ( Contusion Wound)
Terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan mempunyai cirri bengkak dan berwarna kebiruan.
3. Luka Lecet ( Abraded Wound)
Terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya benda yang tidak tajam.
4. Luka tusuk (punctured Wound)
Terjadi akibat benda yang berkecapatan tinggi mengenai tubuh , seperti peluru atau pisau.
5. Luka Gores ( Lacerated Wound)
Terjadi akibat benda tajam dan luka tidak dalam biasanya hanya mengenai epidermis.
6. Luka Tembus (Penetrating Wound)
Luka yang menembus organ tubuh.
7. Luka Bakar ( Combustio )

PENYEMBUHAN LUKA

Tubuh yang sehat mempunyai kemampua alami untuk melindungi dan memulihkan dirinya. Terjadi proses peningkatan aliran darah ketempat yang mengalami kerusakan, membersihkan sel dan benda asing. Proses penyembuhan biasanya akan terjadi secara alami, akan tetapi dengan perawatan luka yang baik akan membantu untuk mendukung proses penyembuhan.
Prinsip penyembuhan Luka
1. kemampuan tubuh untuk menangani trauma jaringan dipengaruhi oleh luasnya kerusakan dan keadaan umum setiap orang.
2. Respon tubuh terhadap luka akan lebih baik jika Gizi tubuh baik.
3. Respon tubuh secara sistemik terhadap luka
4. Keutuhan kulit dan membrane disiapkan sebagai garis pertama untuk mempertahankan diri dari mikroorganisme.
Fase Penyembuhan Luka
1. Fase inflammatory terjadi segera setelah luka dan berakhir 3-4 hari. Terjadi penghentian darah. Juga terjadi Scab atau keropeng.
2. Fase Proliferatif
Fase ini berlangsung dari hari ke 3 sampai hari ke 21. Terbentuknya kolagen yaitu substansi protein yang menjadi awal dari proses penyembuhan.
3. Fase Maturasi
Terjadi setelah hari ke 21

Faktor yang mempengaruhi Luka
1. Usia
Anak dan dewasa muda lebih cepat mengalami penyembuhan luka dibanding dengan orang tua. Orang tua akan mudah mengalami penyakit kronis.
2. Nutrisi
Pada gizi yang baik maka proses penyembuhan akan terjadi dengan cepat karena bahan-bahan yang dibutuhkan untuk penyembuhan tersedia di dalam tubuh seperti Protein, Vitamin dan mineral.
3. Infeksi
Infeksi akan menghambat dan memperlama penyembuhan luka.
4. Sirkulasi dan Oksigenasi
Aliran darah yang baik dan suplai oksigen yang cukup akan mempermudah proses penyembuhan pada luka.
5. Hematoma
Bekuan darah yang kecil akan cepat diserap oleh tubuh akan tetapi bekuan darah yang besar akan memerlukan waktu yang lama.
6. Benda asing
Adanya benda asing pada luka seperti pasir akan memperlama proses penyembuhan luka
7. Iskemia
Penurunan suplai darah akan menyebabkan lamanya penyembuhan, misalnya pada proses pembalutan luka yang terlalu kencang.
8. Diabetes / Penyakit Gula darah
Diabetes akan menyebabkan nutrisi terhambat untuk dibawa ke dalam sel, juga pada pasien diabetes luka akan mudah mengalami infeksi.
9. Keadaan Luka
Keadaan luka akan mempengaruhi proses penyembuhan, pada luka yang ternganga yang tidak dilkukakn penjahitan akan mengalami proses penyembuhan yang lama.
10. Pemakaian Obat
Obat-obatan akan mempercepat proses penyembuhan luka, misalnya pemberian anti inflamasi dan anti biotic.

KOMPLIKASI PENYEMBUHAN LUKA

1. Infeksi
2. Perdarahan

Tujuan Perawatan Luka

1. memberikan lingkungan yang memadai untuk penyembuhan luka
2. absrobsi drainase
3. menekan dan imobilisasi luka
4. mencegah luka dan jaringan epitel baru dari cedera mekanis
5. mencegah dari kontaminasi bakteri
6. meningkatkan hemostasis dengan menekan dressing
7. memberikan rasa nyaman mental dan fisik pada pasien

MANAJEMEN EKSPEDISI

MANAJEMEN EKSPEDISI
MATERI BULAN SABIT MERAH REMAJA


DEFENISI
Manajemen Ekspedisi adalah suatu perjalanan yang dilakukan ke suatu tempat, bagaimana cara mengolah, mengkoordinasikan seluruh sumber daya yang ada dengan tujuan agar perjalanan berjalan lancar dan sukses.
Materi manajemen perjalanan memberi tambahan tentang prosedur yang dilakukan dalam melakukan kegiatan.
Dalam melakukan suatu ekspedisi, anggota Bulan Sabit Merah Remaja diharuskan untuk membuat sebuah persiapan dan perencanaan sebaik-baiknya tanpa menganggap remeh perjalanan tersebut.
Titik berat suatu kegiatan :
• Serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT, berdoa sebelum melakukan ekspedisi, jangan takabur
• Tumbuhkan suatu sikap mental untuk menghadapi medan.
• Mengetahui dan memahami faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melaksanakan perjalanan untuk satu regu.
• Mampu melaksanakan perjalanan yang sudah direncanakan untuk satu regu.
Waktu kegiatan disesuaikan dengan kesiapan anggota dan tidak mengganggu aktivitas yang lebih penting (perkuliahan).
Teknis kegiatan:
1. Memilih Pemimpin ,anggota regu dan pernbagian kerja.
2. Mencari pendamping/mentor (Dapat ditentukan oleh panitia pelaksana).
3. Menetapkan tujuan/sasaran perjalanan (gunung, pantai atau goa).
4. Merancang perjalanan (termasuk pembuatan jadwal).
5. Mendapat izin melaksanakan perjalanan
6. Melaksanakan perjalanan.
7. Melakukan evaluasi.
8. Membuat laporan ekspedisi dan diserahkan kepada pengurus BSMI cabang
Mentor/Pendamping :
Memberikan masukan-masukan kepada regu yang didampingi (bukan keputusan)
Mengawasi dan menilai pergerakan regu selama dilapangan.
Ada beberapa faktor yang perlu dijadikan acuan dalam melakukan perjalanan sehingga kegiatan tersebut dapat kita lakukan dengan enak dan aman, serta dapat pulang kembali ke rumah dengan selamat. Adapun faktor – faktor tersebut adalah :
a. Faktor alam
Faktor alam mencakup pemahaman mengenai lokasi tujuan, medan yang akan dihadapi, iklim dan hal lain yang berkaitan dengan lingkungan yang akan dituju.
Langkah antisipasi ;
- Melakukan studi literatur yang kuat
- Pengumpulan informasi tentang daerah tujuan
- Musim
- Rute Perjalanan
b. Faktor Peserta
Banyak kejadian kecelakaan yang terjadi di alam terbuka karena disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh orang yang melakukan perjalanan.
Langkah Antisipasi :
- menambah pengetahuan&ketrampilan dalam hal pendakian.
Adapun kemampuan yang diperlukan oleh seorang BSMR di alam terbuka dapat dikategorikan :
1. Kemampuan teknis, yang berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan serta efisiensi penggunaan alat&bahan.
2. kemampuan kebugaran, mencakup kebugaran spesifik yang diperlukan dalam kegiatan tersebut.
3. Kemampuan kemanusiaan, yaitu pengembangan sikap positif kesegala aspek untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini mencakup determinasi, konsentrasi, analisa diri, kemandirian, serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin. Jadi hal ini berkaitan erat dengan mentalnya.
4. kemampuan pemahaman lingkungan, yaitu pengembangan kewaspadaan terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh faktor alam.
Suatu pendakian biasanya dilakukan dalam kelompok kecil. Hal ini dilakukan supaya kerjasama antara anggota kelompok lebih efektif. Dalam kelompok tersebut harus ditentukan pemimpinnya (leader),Hirarki, deskripsi kerja serta tanggung jawab para peserta perjalanan.
c. Faktor Penyelenggaraan
Penyelenggaraan dalam perjalanan mencakup permasalahan faktor teknis dan non teknis pada perjalanan besar (ekspedisi), ada faktor semi teknis.
- Faktor teknis
Adalah permasalahan daya upaya operasi yang berhubungan langsung dengan tingkat kesulitan medan. Yang te4rmasuk hal teknis adalah penyiapan kemampuan personil, skenario dan sistem operasi, pemilihan perlengkapan dan perbekalan, pendokumentasian, serta hal yang berkaitan dengan masalah keamanan.
- Faktor Non Teknis
Masalah daya dukung operasi yang tidak langsung berhubungan dengan kesulitan medan. Daya dukung ini mencakup masalah Adm Organisasi ( dana,ijin,publikasi,sekretaris) dan pendukung operasi global ( komunikasi global, akomodasi kota, transportasi global).
- Faktor Semi-teknis ( nuntuk ekspedisi besar&kompleks)
Permasalahan daya tunjang operasi yang berhubungan l;angsung dengan tingkat kesulitan medan, namun bersifat non teknis ( komunikasi,base camp,advance-team, take in&out team, rescue team,delivery team). Faktor ini berada diantara faktor teknis dan non-teknis.
Faktor- faktor diatas merupakan acuan untuk menentukan tingkat kesulitan perjalanan. Acuan faktor teknis adalah kesiapan peserta mengantisipasi kesulitan medan operasi. Acuan faktor non-teknis adalah kesiapan peserta mengantisipasi daya dukung operasi dengan memperhitungkan pula medan operasinya.
Persiapan perlengkapan
Ada 3 dasar dalam pemilihan perlengkapan yang akan dibawa yaitu; performance, ketahanan dan berat.
Perlengkapan pribadi
1. Navigasi : kompas, busur, altimeter, alat tulis, GPS
2. Daya jelajah: golok, sepatu
3. Komunikasi : senter, pluit, cermin, handy talky
4. Pendukung dasar : bivak, makanan, medis P3K, pakaian dan survival kit
Perlengkapan kelompok adalah perlengkapan yang berguna untuk seluruh anggota regu atau kelompok sperti;
1. Tenda
2. Perlengkapan P3K
3. Peralatan masak
4. Makanan
Criteria makanan yang di bawa : instan, kalori tinggi, terbiasa memakannya dan terbungkus rapat.
Persiapan fisik
Carbohydrate loading adalah salah satu cara yang baik untuk menghasilkan cadangan glikogen di dalam tubuh.
Metodenya adalah dengan latihan selama 6 hari sebelum hari H.
Hari 1,2,3 : latihan berat dengan konsumsi rendah karbohidrat dan tinggi lemak protein
Hari 4,5,6 : latihan ringan dengan konsumsi tinggi karbohidrat dan rendah lemak dan protein.
Cara ini mampu meningkatkan cadangan glikogen tubuh dari kadar normal ( 80-100mmol/KgBB) menjadi 130-205 mmol/kgBB. Sehingga diharapkan dapat menunda kelelahan samapai 90-120 menit dan dapat mencegah hipoglikemia.
Selamat melakukan Ekspedisi buat Relawan BSMI dan BSMR

Salam Kemanusiaan

PRINSIP DASAR PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

PRINSIP DASAR PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
MATERI P3K BULAN SABIT MERAH REMAJA


DEFENISI
Pertolongan Pertama (PP) adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba datang sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis. Ini berarti:
1. Pertolongan Pertama harus diberikan secara cepat walaupun perawatan selanjutnya tertunda.
2. Pertolongan Pertama harus tepat sehingga akan meringankan sakit korban bukan menambah sakit korban.
DASAR-DASAR PERTOLONGAN PERTAMA
Pertolongan Pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum si korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Pertolongan Pertama biasanya diberikan oleh orang-orang disekitar korban yang diantaranya akan menghubungi petugas kesehatan terdekat. Pertolongan ini harus diberikan secara cepat dan tepat sebab penanganan yang salah dapat berakibat buruk, cacat tubuh bahkan kematian.
Namun sebelum kita memasuki pembahasan kearah penanggulangan atau pengobatan terhadap luka, akan lebih baik kita berbicara dulu mengenai pencegahan terhadap suatu kecelakaan (accident), terutama dalam kegiatan di alam bebas. Selain itu harus kita garis bawahi bahwa situasi dalam berkegiatan sering memerlukan bukan sekedar pengetahuan kita tentang pengobatan, namun lebih kepada pemahaman kita akan prinsip-prinsip pertolongan terhadap korban. Sekedar contoh, beberapa peralatan yang disebutkan dalam materi ini kemungkinan tidak selalu ada pada setiap kegiatan, aka kita dituntut kreatif dan mampu menguasai setiap keadaan.
a. Prinsip Dasar
Adapun prinsip-prinsip dasar dalam menangani suatu keadaan darurat tersebut diantaranya:
1. Pastikan Anda bukan menjadi korban berikutnya. Seringkali kita lengah atau kurang berfikir panjang bila kita menjumpai suatu kecelakaan. Sebelum kita menolong korban, periksa dulu apakah tempat tersebut sudah aman atau masih dalam bahaya.
2. Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efesien. Hindarkan sikap tergesa-gesa dalam memberikan pertolongan dan jangan panik. Pergunakanlah sumberdaya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. Bila Anda bekerja dalam tim, buatlah perencanaan yang matang dan dipahami oleh seluruh anggota.
3. Biasakan membuat catatan tentang usaha-usaha pertolongan yang telah Anda lakukan, identitas korban, tempat dan waktu kejadian, dsb. Catatan ini berguna bila penderita mendapat rujukan atau pertolongan tambahan oleh pihak lain.
b. Sistematika Pertolongan Pertama
Secara umum urutan Pertolongan Pertama pada korban kecelakaan adalah :
1. Bersikap Tenang dan Cekatan
Tenangkan pikiran dan serangkan kepada Allah SWT untuk melakukan setiap tindakan. Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang. Apabila kecelakaan bersifat massal, korban-korban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan untuk membantu dan pertolongan diutamakan diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling parah tapi masih mungkin untuk ditolong.
2. Jauhkan dari kecelakaan dan jangan memperparah kesakitan
Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaannya adalah untuk mencegah terjadinya kecelakan ulang yang akan memperberat kondisi korban. Keuntungan lainnya adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat lebih mengkonsentrasikan perhatiannya pada kondisi korban yang ditolongnya. Kerugian bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan atau memperparah kondisi korban.
3. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban.
Perhatikan jalan nafas korban, longgarkan pakaian dan berikan ruang yang bisa mencukupi untuk menerima oksigen, pasien jangan dikerumuni. Jika tersedia oksigen tabung berikan oksigen. Periksa terus denyut nadi pasien.Bila pernafasan penderita berhenti segera kerjakan resusitasi jantung paru.
4. Pendarahan.
Pendarahan yang keluar pembuluh darah besar dapat membawa kematian dalam waktu 3-5 menit. Dengan menggunakan saputangan atau kain yang bersih tekan tempat pendarahan kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan tadi dengan dasi, baju, ikat pinggang, atau apapun juga agar saputangan tersebut menekan luka-luka itu. Kalau lokasi luka memungkinkan, letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari bagian tubuh.
5. Perhatikan tanda-tanda syok
Pasien syok ditandai dengan denyut nadi yang semakin cepat dan halus bahkan tidak teraba, tekanan darah yang semakin turun, korban semakin sesak, keringan dingin. Korban-korban ditelentangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota tubuh yang lain. Apabila korban muntah-muntah dalam keadaan setengah sadar, korban dimiringkan. Cara ini juga dilakukan untuk korban-korban yang dikhawatirkan akan tersedak muntahan, darah, atau air dalam paru-parunya. Apabila penderita mengalami cidera di dada dan penderita sesak nafas (tapi masih sadar) letakkan dalam posisi setengah duduk.
6. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru.
Korban tidak boleh dipindahkan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan keparahan cidera yang dialaminya kecuali bila tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi korban dibiarkan ditempat tersebut.hati-hati dalam memindahkan dan mengangkat korban yang mengalami cedera kepala dan luka leher, Karena ketidak hati-hatian kita bisa menimbulkan lematian pada korban Apabila korban hendak diusung terlebih dahulu pendarahan harus dihentikan serta tulang-tulang yang patah dibidai. Dalam mengusung korban usahakanlah supaya kepala korban tetap terlindung dan perhatikan jangan sampai saluran pernafasannya tersumbat oleh kotoran atau muntahan.
7. Segera bawa ke Rumah Sakit.
Setelah dilakukan pertolongan pertama pada korban setelah evakuasi korban ke sentral pengobatan, puskesmas atau rumah sakit. Perlu diingat bahwa pertolongan pertama hanyalah sebagai life saving dan mengurangi kecacatan, bukan terapi. Serahkan keputusan tindakan selanjutnya kepada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.
Obat-obat dan Peralatan P3K
Obat-obat P3K yang harus tersedia di ruang UKS sekolah atau di saat bepergian kegiatan alam terbuka seperti berkemah, mendaki gunung, rekreasi dll. Sebaiknya kita menyiapkan dan membawa peralatan dan obat-obat ini, karena kita tidak bisa memprediksi hal-hal yang akan terjadi di lapangan.
1. Kapas steril
2. Kassa steril berbagai ukuran
3. Pembalut segitiga (Mitella)
4. Pembalut Gulung
5. Plester
6. Bidai
7. Gunting
8. Pinset
9. Sabun
10. Senter
11. Buku catatan
12. Daftar no telpon darurat
13. Daftar obat dan perlengkapan
14. Buku Pedoman P3K
15. Alkohol 70%
16. H2O2
17. Betadin
18. Rivanol
19. Thermometer
20. Paracetamol
21. Asam mefenamat
22. CTM
23. Deksamethason
24. Hydrokortison salf
25. Antasida
26. Tetes mata
27. Obat diare
28. Domperidone atau metoklopramid
29. Antibiotic salaf
30. Obat gosok
31. Calamine lotion

Semoga bermamfaat buat adek-adek BSMR dalam melakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan. Care for life!

Salam kemanusiaan!!!